AS Batal Serang Iran karena Ada 20 Ribu Personel TNI di Timur Tengah
Beredar video di Facebook dan YouTube yang mengklaim Amerika Serikat membatalkan rencana serangan ke Iran pada 2026 karena keberadaan 20 ribu personel TNI di kawasan Timur Tengah. Narasi tersebut diperkuat dengan potongan visual Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prabowo Subianto, serta pasukan militer, yang disertai keterangan bahwa kehadiran TNI menjadi faktor utama mundurnya AS dari rencana serangan.
Hasil verifikasi menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Pembatalan rencana serangan AS ke Iran dilaporkan terjadi karena meredanya situasi internal Iran serta adanya tekanan dan kecaman dari berbagai negara, bukan akibat keberadaan TNI. Selain itu, sebagian visual dalam video terbukti bersifat manipulatif dan dihasilkan dengan teknologi kecerdasan buatan. Hingga saat ini, rencana pengiriman pasukan TNI ke Timur Tengah masih dalam tahap wacana dan menunggu persetujuan PBB, serta belum terdapat bukti adanya 20 ribu personel TNI yang telah berada di kawasan tersebut.