Indonesia Hentikan Impor BBM
Sebuah unggahan viral mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto secara diam-diam menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) sehingga membuat Singapore ketar-ketir dan menggeser peta perdagangan regional. Penelusuran menunjukkan klaim itu berlebihan: pemerintah memang menargetkan swasembada untuk beberapa jenis BBM—khususnya solar—ketika fasilitas Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan beroperasi penuh, tetapi Indonesia tetap mengimpor minyak mentah dan sejumlah produk bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan domestik saat ini.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Bahlil Lahadalia menyatakan rencana pengurangan impor bersifat bertahap (mis. penghentian impor solar tertentu pada 2026 dan rencana pengurangan impor bensin non-subsidi pada 2027) dan bergantung pada realisasi proyek kilang; sementara pasokan saat ini masih datang dari berbagai negara termasuk Afrika, Timur Tengah, Amerika, serta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore yang memiliki kapasitas pengolahan. Dengan demikian, narasi bahwa Indonesia sudah menghentikan impor BBM dan membuat Singapura “ketar-ketir” kehilangan konteks penting dan dikategorikan sebagai menyesatkan.