Tim SAR Bekuk Penyiram Andrie Yunus
Beredar unggahan di Facebook yang menampilkan kolase foto penangkapan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dalam narasi yang disertakan, disebutkan bahwa pelaku ditangkap oleh warga dan kemudian diserahkan kepada petugas pemadam kebakaran serta tim SAR, bukan kepada aparat kepolisian. Foto tersebut memperlihatkan sejumlah petugas berseragam yang tampak seperti Tim SAR dan Basarnas sedang mengamankan dua pria yang membawa botol berlabel cairan berbahaya. Unggahan ini kemudian memunculkan persepsi bahwa masyarakat lebih mempercayai petugas non-penegak hukum dibandingkan aparat resmi dalam menangani kasus kriminal serius.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto yang beredar bukanlah dokumentasi kejadian nyata, melainkan konten satire yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sejumlah kejanggalan visual menjadi indikasi kuat, seperti tulisan yang tidak terbaca jelas, perubahan atribut pada objek dalam gambar, serta inkonsistensi detail antar foto dalam kolase. Pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI juga memperkuat temuan tersebut, dengan tingkat probabilitas tinggi bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa. Selain itu, secara fakta, petugas pemadam kebakaran dan tim SAR tidak memiliki kewenangan untuk menangani kasus kriminal seperti penyiraman air keras. Konten ini sebenarnya merupakan bentuk sindiran atau kritik terhadap penanganan kasus, bukan informasi faktual. Oleh karena itu, narasi yang menyertainya bersifat menyesatkan jika dipahami sebagai kejadian nyata.