Dubes Iran Sebut Rakyat Indonesia Miskin
Beredar di media sosial narasi yang menyebut Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sebaiknya mengurus rakyatnya yang masih banyak hidup miskin daripada mencampuri urusan Iran. Narasi tersebut dikaitkan dengan pernyataan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyatakan kesiapan Indonesia menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat setelah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam unggahan yang beredar, Boroujerdi diklaim menolak tawaran mediasi tersebut dengan pernyataan bernada kasar dan menyebut kondisi rakyat Indonesia masih miskin.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa narasi tersebut dibagikan dengan konteks yang keliru. Dalam pernyataan resminya, Mohammad Boroujerdi memang menanggapi tawaran mediasi dari pemerintah Indonesia dan menyampaikan apresiasi atas niat baik tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa Iran menilai saat ini tidak ada negosiasi atau perundingan dengan Amerika Serikat yang akan memberikan hasil berarti. Dalam pernyataan tersebut tidak ada ucapan yang menyebut rakyat Indonesia hidup miskin atau menolak tawaran mediasi secara kasar. Oleh karena itu, klaim yang menyatakan Dubes Iran menyuruh Indonesia mengurus rakyatnya yang miskin merupakan informasi yang keliru karena konteksnya disalahartikan (misleading context).