Cek Hoaks atau Fakta ?

masukkan kata kunci anda.

Obat dan Vaksin Kanker Ditemukan Setelah Amerika Keluar dari WHO

Beredar konten di TikTok, Facebook, dan YouTube yang mengklaim obat dan vaksin kanker baru “dibuka” ke publik setelah Amerika Serikat keluar dari World Health Organization. Narasi tersebut menyebut negara seperti Spanyol, Korea, dan Rusia telah menemukan obat kanker, namun sebelumnya disembunyikan oleh industri farmasi global agar masyarakat tetap menjalani kemoterapi yang mahal. Konten itu menggiring opini seolah ada konspirasi internasional terkait pengobatan kanker.

Faktanya, tidak ada kaitan antara keluarnya Amerika Serikat dari WHO dan penemuan obat atau vaksin kanker. Penelitian kanker telah berlangsung selama ratusan tahun dan terus berkembang jauh sebelum kebijakan politik terbaru. Sejumlah vaksin dan terapi kanker tertentu bahkan sudah disetujui penggunaannya oleh Food and Drug Administration sejak bertahun-tahun lalu, termasuk vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks. Berbagai temuan terbaru di Rusia maupun Korea Selatan masih berada pada tahap uji praklinis atau uji hewan, sehingga belum bisa langsung digunakan pada manusia. Setiap obat dan vaksin wajib melalui uji klinis bertahap sebelum mendapat izin edar. Dengan demikian, klaim bahwa obat kanker sengaja dibuka setelah AS keluar dari WHO adalah keliru dan tidak berdasar.