Rencana Papua Nugini untuk Menyatukan Diri dengan Indonesia
Viral beberapa video di YouTube yang mengklaim Papua Nugini akan bergabung ke Indonesia menggunakan cuplikan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape, kunjungan Presiden Joko Widodo ke PNG, serta komentar pejabat Australia. Namun Kementerian Luar Negeri RI menegaskan Papua Nugini tidak pernah menyatakan niat tersebut; yang sedang dijajaki adalah status keanggotaan PNG dalam ASEAN, mengingat PNG telah menjadi peninjau dan rutin hadir di KTT ASEAN sejak 1981. Hubungan bilateral Indonesia–Papua Nugini tetap berlandaskan Perjanjian Saling Menghormati, Persahabatan, dan Kerja Sama 1986, mencakup politik, keamanan, perbatasan, ekonomi, dan sosial budaya.
Analisis konten menunjukkan potongan video yang digunakan berasal dari pertemuan bilateral resmi pada Oktober 2024 dan kunjungan pembalas Menteri Pertahanan ke Port Moresby Agustus 2024, tanpa pembahasan mengenai “bergabung” secara politik atau administratif. Narasi sebenarnya membahas kerja sama ekonomi, pertahanan, dan akses pasar melalui ASEAN, bukan integrasi wilayah. Dengan demikian, klaim Papua Nugini hendak bergabung dengan Indonesia adalah menyesatkan.