Ringgit Malaysia Ditolak di Luar Negeri saat Rupiah Menguat
Akun TikTok “Sadikinphonecell1” pada 26 Januari 2026 mengunggah video yang mengklaim sejumlah kreator Malaysia melaporkan penolakan uang Ringgit di layanan penukaran di beberapa negara Asia Tenggara, sementara Rupiah diklaim semakin diminati hingga dipakai berbelanja di Arab Saudi. Narasi dalam unggahan menyudutkan nilai Ringgit dan mengangkat isu kedaulatan ekonomi, sehingga menimbulkan kebingungan publik.
Verifikasi Tempo dan rujukan ke media terpercaya menunjukkan klaim tersebut menyesatkan. Pengelola money changer di beberapa negara membantah adanya penolakan sistematis terhadap Ringgit; para ekonom menjelaskan praktik penerimaan mata uang lebih dipengaruhi permintaan, likuiditas, dan manajemen risiko, bukan kebijakan larangan. Data nilai tukar 2025–2026 bahkan mencatat Ringgit sebagai salah satu mata uang berkinerja relatif baik, sementara Rupiah justru cenderung melemah terhadap mata uang kawasan; misalnya pada 6 Februari 2026 tercatat sekitar Rp4.270 per MYR. Dengan demikian, unggahan yang menyatakan Ringgit ditolak dan Rupiah menguat secara dramatis dikategorikan sebagai konten menyesatkan.