Tes Penyumbatan Otak Setelah Menerima Vaksin Covid-19
Beredar unggahan video yang mengklaim bahwa penerima vaksin Covid-19 harus menjalani tes penyumbatan darah dengan D-dimer. Unggahan tersebut menampilkan seorang pria yang mengutip hasil penelitian di Jurnal Lancet, menyebutkan 74 persen orang meninggal mendadak akibat penyumbatan otak setelah menerima vaksin Covid-19.
Namun, setelah ditelusuri, klaim bahwa tes D-dimer diperlukan untuk mengetahui penyumbatan pembuluh darah akibat vaksin Covid-19 adalah keliru. Dilansir dari Tempo.co, berdasarkan wawancara dengan dokter dan penelusuran jurnal penelitian kredibel, seseorang yang pernah divaksinasi Covid-19 tidak perlu menjalani tes D-dimer, apalagi secara rutin. Risiko penggumpalan darah hanya terjadi dalam kurun waktu 4 sampai 42 hari pasca vaksinasi. Selain itu, Jurnal kedokteran The Lancet tidak pernah mempublikasikan penelitian yang mengklaim 74 persen kematian mendadak akibat vaksin Covid-19.