Video Erupsi Gunung Semeru
Sebuah video viral yang mengklaim memperlihatkan letusan sekunder dan awan panas Gunung Semeru pada Minggu, 8 Februari 2026, beredar di media sosial; klaim tersebut menyebutkan beberapa letusan sejak pukul 20.13 WIB dengan kolom abu setinggi 1.000 meter dan aliran sepanjang Besuk Kobokan hingga 2.000 meter/jam. Namun data pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 9 Februari 2026 mencatat kondisi visual gunung jelas, 11 kali emisi asap putih–kelabu dengan tinggi 300–700 meter ke arah timur laut, lima kali guguran lava dengan jarak luncur 1.000–1.500 meter ke alur Besuk Kobokan, serta aktivitas kegempaan meliputi 30 gempa letusan, 9 gempa guguran, dan 1 gempa embusan — tanpa temuan yang sepenuhnya mengonfirmasi adegan letusan seperti yang tampak pada video.
PVMBG menegaskan status Gunung Semeru pada Level III (Siaga) dan mengeluarkan rekomendasi mitigasi: tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak; menjauhi sempadan sungai 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan lahar hingga 17 km; serta dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah. Meski erupsi beruntun tercatat, tidak ada bukti resmi yang mendukung klaim visual persis seperti pada video viral tersebut; oleh karena itu masyarakat diimbau selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum membagikan berita untuk mencegah penyebaran hoaks.