Prabowo Sebut Iran Keras Kepala tetapi Lemah, Tidak Setara Israel
Sebuah unggahan menyebar dengan narasi yang memancing reaksi keras. Prabowo diklaim menyebut Iran sebagai bangsa keras kepala tapi lemah, sombong tapi tidak punya kekuatan setara Israel. Unggahan disertai foto Prabowo bersama Ayatollah Ali Khamenei, menambah kesan seolah pernyataan itu disampaikan dalam konteks diplomatik yang serius. Di tengah perang Iran-Israel yang sedang memanas, narasi seperti ini sangat mudah memantik emosi dan disebarkan tanpa dicek lebih dulu.
Faktanya pernyataan Prabowo yang asli justru berlawanan arah dari klaim yang beredar. Dalam Rapat Kerja Kabinet pada 8 April 2026, Prabowo memang menyebut Iran, tapi bukan untuk meremehkan. Ia justru memuji sikap keras kepala rakyat Iran yang tidak gentar meski berkali-kali diserang dan diancam. Prabowo menggunakan Iran sebagai analogi bahwa sikap pantang menyerah kadang dibutuhkan sebuah bangsa, persis seperti para pendiri bangsa Indonesia. "Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan. Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala. Bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisin. Tapi bagi sebuah bangsa, kadang-kadang keras kepala butuh," ujar Prabowo. Tidak ada satu kata pun soal Iran lemah atau tidak setara dengan Israel. Narasi itu diputar balik sepenuhnya. Sehingga konten yang beredar merupakan konten yang menyesatkan.