Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak
Beredar di media sosial klaim bahwa vaksin yang diberikan kepada bayi, seperti BCG dan DPT, justru menyebabkan anak terkena campak di kemudian hari. Dalam narasi tersebut disebutkan bahwa virus campak sudah dimasukkan ke dalam tubuh bayi sejak lahir melalui vaksin, bahkan diklaim bisa “aktif kembali” di dalam tubuh meskipun anak tidak melakukan kontak dengan penderita campak.
Klaim tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar ilmiah. Vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberkulosis dan tidak mengandung virus campak, sedangkan vaksin DPT melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus, juga tanpa kandungan virus campak. Virus campak hanya terdapat pada vaksin khusus, yaitu MMR. Selain itu, tidak ada mekanisme ilmiah yang membuktikan virus dalam vaksin dapat aktif kembali melalui gen manusia. Justru, imunisasi bertujuan melindungi anak dari penyakit berbahaya, termasuk campak.