Video Prabowo Menyebutkan NIK KTP Berisi Bantuan Rp 7 Juta
Beredar video yang mengklaim bahwa setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) memberi akses pencairan bantuan sosial sebesar Rp7 juta pada September 2025. Penelusuran menunjukkan video tersebut bersifat manipulatif: analisis menggunakan alat pendeteksi konten berbasis AI mengindikasikan suara Presiden Prabowo dalam rekaman berprobabilitas tinggi dihasilkan oleh kecerdasan buatan, sehingga konten kemungkinan merupakan upaya phishing untuk mengumpulkan data pribadi (NIK).
Fakta sebenarnya, Pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) mencairkan bantuan tahap III periode Juli–September 2025 dengan besaran yang berbeda menurut kategori penerima — misalnya ibu hamil/lansia/balita menerima masing-masing Rp750.000 per tahap, siswa SD Rp225.000, SMP Rp375.000, dan SMA Rp500.000 — dan bukan Rp7 juta per NIK. Masyarakat diimbau tidak menindaklanjuti tautan atau permintaan data dari sumber tak resmi, serta selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum membagikan.